Postingan

Ketidaktertiban berlalu lintas sumber utama kemacetan Jalur Ciawi-Sukabumi

Gambar
Penumpang bus terpaksa membeli makanan di pinggir jalan karena kemacetan parah Ciawi-Sukabumi Bogor . Apa yang terlintas di benak warga Bogor saat disebut jalur Ciawi- Sukabumi? Ya, macet. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Bogor dan Kota Sukabumi ini akrab dengan kemacetan. Faktor utama pencetus kemacetan di jalur ini merupakan ketidaktertiban berlalu lintas pengemudi. Berdasarkan hasil pengamatan, saat kendaraan tersendat sedikit jalannya, pengemudi di jalur ini dengan enteng langsung ngebut di jalur kanan menciptakan lebih dari satu jalur dalam satu arah. Kondisi ini tentu memperparah kondisi kemacetan karena kendaraan dari arah berlawanan kesulitan untuk melintas. Bahkan hal yang sering terjadi saat terjadi bentrok dengan pengendara di jalur berlawanan menyebabkan kemacetan parah yang berujung antrean kendaraan panjang tak bergerak bak parkir beberapa kilometer. “Jalur Ciawi-Lido ini jalur terparah ketertiban berlalu lintasnya. Sepanjang dari Cimahi – Lido, disin...

Puisi optimis

Gambar
jendelaku.web.id Angin kadang bertiup kencang Badai kadang menghampiri langkahku Hujan kadang datang di siang hari Semuanya memang sanggup menghentikanku Tetapi hanya sesaat Tak akan berhasil menggoyang mimpiku Menghancurkan harapku Pedih perih mungkin membuatku tertatih Tetapi aku tak akan pernah menyerah Hingga waktu yang menentukan Keluar sebagai pemenang Atau mundur sebagai pecundang #oche2210 #BelajarMenulis

Tentang Rasa

Gambar
majalahketik.com Apakah rasa itu? Apakah hati itu? Apakah nurani itu? Pertanyaan – pertanyaan yang selalu menggelayutiku Dalam diam, dalam gaduh Dalam hujan, dalam panas Pertanyaan  retorika yang tak kutahu jawabnya Kenapa hati perih Kenapa hati luka Menangisi yang tak dimiliki Memikirkan  yang belum terjadi Pada siapa harus kutanya Saat perih tak jua beranjak Saat sesak tak jua pergi Namun tak mampu terekspresi Hanya sanggup menangis dalam diam Tersenyum dalam sakit Tertawa penuh kepalsuan Harus berapa tinta tertuang Berapa kertas terbuang Untuk melarutkan duka Menghadirkan bahagia Mengeja patah-patah makna ikhlas Mengeja patah-patah makna rasa Mengeja patah-patah makna bahagia Mengeja patah-patah makna memiliki Mengeja patah-patah makna adil Sungguh tak mudah mengeja Buat hamba tanpa ilmu #oche2210 #BelajarBikinPuisi #KuduBanyakBelajar

Puisi luka

Gambar
                                                                                                Secondcity.com Merangkai hujan Menggenggam bara Menangkap angin Mimpi..   Teriris luka tersiram asam Kerongkongan kering di tengah sahara Terjebak salju di tengah antartika Sakit   Ingin teriak pada semesta Meski tercekat tak tersampaikan Tapi luka itu nyata   Nyeri tak memandang status Nyeri menghinggapi siapa saja yang punya rasa   #oche2210 #BelajarEkspresif

Jangan Puas Sekedar Tahu Skenario

Menulis Skenario itu Menantang Bogor ( 1 9/11). Pertemuan Pramuda FLP X di sekeretariat hari itu sangat spesial. Pertama kalinya pertemuan Pramuda angkatan X narasumber didatangkan dari Jakarta. Kang Sokat Rachman, penulis skenario Tukang Ojek Pengkolan (TOP) menyempatkan hadir di sela kesibukannya untuk langsung memberikan pengetahuan tentang skenario ke anggota Pramuda FLP angkatan X. Menurut Kang Sokat jika film adalah rumah, skenario merupakan blue print nya. Skenario menjadi landasan bagi pekerja film untuk melakukan pekerjaannya. Jika selama ini masyarakat awam berfikiran skenario hanya karya penulis saja itu tidak bisa dibenarkan, karena hakikatnya skenario merupakan diskusi antara Produser, Sutradara, dan Penulis. Produser memegang peranan penting karena pada dasarnya dia yang memiliki dana dan berpengalaman untuk menangkap peluang pasar. Kita sering rancu perbedaan antara film dan televisi, bahkan sering melakukan generalisasi. Film hakikatnya merupakan fotografi, se...

Mengunjungi Komunitas Pecinta Literasi di Bogor

“Terus Berkarya dan Mencoba” BOGOR-   Suasana hangat menyapa saya saat bertandang ke sekretariat FLP (Forum Lingkar Pena) Bogor pada hari Minggu, 12 November 2017. Hari itu adalah pertemuan ketiga dari rangkaian kegiatan yang diperuntukkan bagi calon anggota FLP angkatan X. Saya mendapatkan informasi dari salah satu peserta yang berasal dari gelombang IX, Mbak Yanti, bahwa materi utama tentang resensi telah selesai disampaikan oleh Kang Usup. Berdasarkan informasi dari Mbak Yanti, Kang Usup adalah salah satu senior di FLP yang serba bisa. Hampir semua buku telah Kang Usup baca, dan masih menurut Mbak Yanti, Kang Usup juga menggeluti bisnis di bidang pemasaran buku. Tak salah apa yang disampaikan oleh Mbak ayu tersebut, Kang Usup saat berbicara kembali sempat mencuplik salah satu syair karya Tere Liye “dikatakan atau tidak dikatakan, ini tetap cinta”.  Kang Usup juga menyarankan peserta membaca novel berjudul “The Circle” terbitan Bentang Pustaka, sebuah fiksi science...

Resensi Novel

Gambar
beritagar.id Judul Buku    : Surga yang tak Dirindukan 2 Penulis           : Asma Nadia            Tebal Buku    : 328 halaman Penerbit         : Asma Nadia Publishing House Tahun Terbit : 2017 Sinopsis Surga yang tak Dirindukan 2, novel karya Asma Nadia, merupakan kelanjutan dari buku Surga yang tak Dirindukan 1, berkisah tentang kehidupan Arini, Prasetyo (Pras), dan  Mei Rose. Pras adalah suami Arini, sedangkan Mei Rose merupakan wanita yang dinikahi Pras kemudian tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Pada novel kali ini Arini mulai bisa menerima istri kedua Pras. Terilhami pada ketakutannya saat Pras koma. Baginya asalkan Pras selamat, hal lain tidaklah penting lagi. Melihat kelembutan istri pertama Pras, dan kenyataan bahwa cinta sejati Pras hanyalah Arini, Mei Rose mundur dari kehidupa...